LukisanDan Apresiasinya. Mar 20, 2021. Lukisan : Kakak dan Adik (Basuki Abdullah - 1971) - Galeri Nasional Indonesia - Website resmi Galeri Nasional Indonesia (GALNAS) Lukisan “Lautan Kuda Laut” Apresiasi untuk Menteri Susi Pudjiastuti - Jayakarta News. Lukisan : Pengemis (Affandi - 1974) - Galeri Nasional Indonesia - Website resmi iiModul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) dan, Lembaga Pengembangan dan Lukisanrealisme dan keterangannya. Raden Saleh menjadi ikon yang menarik hingga 200 tahun kemudian 2012 dibuat pameran karya-karya Raden Saleh. Sekembalinya dari Eropa sekitar tahun 1851 Raden Saleh terus melukis dan melahirkan karya-karya lukis yang berupa potret pemandangan dan adegan-adegan peristiwa. Kumpulan lukisan beserta lukisanlukisan karya AFANDI yg super keren. Affandi, dengan nama lengkap "Affandi Koesoema" ( Lahir di Cirebon, Jawa Barat 1907 – Wafat, 23 Mei 1990 ), merupakan salah satu Pelukis Maestro Legendaris Indonesia yang namanya telah mendunia karena karya-karya lukisan abstraknya yang unik dan berkarakter, dimana gaya lukisanya tersebut belum Senilukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. karya basuki abdullah. Diposting oleh muhammad aditya putra di 05.12 0 komentar. dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna GambarLukisan Basuki Abdullah. via senirupasmasa.wordpress.com. Dalam lukisan tersebut kita melihat tiga ekor kuda yang dijadikan objek. Objek itu masih bisa dikategorikan dalam lukisan naturalisme, yakni yang setara dengan lukisan realis yang menggambarkan objek menyerupai aslinya. 2 Masa seni lukis Indonesia jelita / moek (1920 – 1938) Ditandai dengan hadirnya sekelompok pelukis barat yaitu Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smite, R. Locatelli dan lain – lain. Ada beberapa pelukis Indonesia yang mengikuti kaidah / teknik ini antara lain: Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki Abdullah, Wakidi dan Wahid Somantri 3. Dalamlukisan itu, Pangeran Diponegoro digambarkan mengendarai kuda hitam. Dengan balutan jubah putih, pahlawan perang Jawa itu memancarkan wajah penuh amarah. Dilansir dari kanal YouTube LIPI, lukisan ini menggambarkan gejolak emosi Basuki Abdullah dalam mengangkat kepahlawanan Pangeran Diponegoro. Yangjelas, wajah itulah yang kemudian saya lihat di lukisan bapak tentang sosok Nyi Roro Kidul,” imbuh Cecilia, putri Almarhum Basuki Abdullah. Baca Juga : Kisah Mitos Kecantikan Nyi Roro Kidul. Benarkah wanita cantik Sesuaidengan judulnya ‘natural’ adalah salah satu aliran seni dimana objek yang berada dalam lukisan hampir sama dengan kenyataannya. Yang paling mencolok pada aliran ini adalah pewarnaan yang mirip dengan warna asli, juga adanya unsur prespektif. William Hogart dan Frans Hall, Abdullah Sudrio Subroto, Gambir Anom, Raden Saleh, Basuki 6lOjV. Daftar isiKelahiran Basuki AbdullahMasa Remaja dan Masa Dewasa Basuki AbdullahKarya-karya Basuki AbdullahWafatnya Basuki AbdullahJika Italia punya Leonardo Da Vinci, Indonesia juga punya legenda seni lukis. Salah satunya adalah Basuki Abdullah. Meski karyanya tak seagung Mona Lisa dan The Last Super yang terkenal ke seluruh penjuru dunia, tapi lukisan-lukisan nya telah menghiasi Istana Negara. Maestro lukis Indonesia ini telah berkali-kali memenangkan kontes lukis baik dalam maupun luar negri. Berikut kita akan membahas sosok Basuki Abdullah mulai dari kelahiran, karya-karyanya hingga Basuki AbdullahBasuki Abdullah yang terlahir dengan nama lengkap Fransiskus Xaverius Basuki Abdullah, lahir pada tanggal 27 Januari 1915 di Kota Surakarta Jawa Tengah. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah ini sangat cocok untuk mendeskripsikan darah seni yang didapat oleh Basuki Suryosubro, seorang pelukis dan penari adalah ayah dari Basuki Abdullah sedangkan kakeknya adalah Doktor Wahidin Sudirohusodo yang tak lain adalah salah satu tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia era melukis Basuki sudah tampak sejak ia berumur empat tahun. Pada saat itu Basuki sudah melukis beberapa tokoh ternama dunia seperti Mahatma Gandhi, Krishnamurti dan Yesus Remaja dan Masa Dewasa Basuki AbdullahBasuki Abdullah menempuh pendidikan di HIS Hollands Inlandsche School Katolik dan MULO Meer Ultgebried Lager Onderwijs Katolik kota Solo. Selanjutnya pada tahun 1933, Basuki mendapatkan beasiswa ke kota Den Haag Belanda untuk mempelajari bidang seni di Akademik Seni Rupa Accademie Voor Beeldende Kunsten.Ia berhasil menyelesaikan study nya di kampus tersebut dalam waktu tiga tahun dan memperoleh penghargaan Royal International of Art. Setelah itu Basuki pernah beberapa kali ikut serta dalam program studi banding bidang seni ke sekolah-sekolah di Prancis dan beraliran realisme dan naturalisme ini pernah tergabung dalam Gerakan Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada masa penjajahan Jepang tanggal 19 Maret 1943. tak jauh dari keahliannya, di organisasi ini Basuki diamanahkan untuk mengajar seni lukis. Kusnadi, seorang pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia dan Zaini, seorang pelukis impresionisme adalah dua orang yang pernah menjadi murid Basuki Gerakan Pusat Tenaga Rakyat, Basuki juga tergabung dan berperan aktif di Pusat Kebudayaan milik Pemerintah Jepang yang bernama Keimin Bunka Sidhosjo. Di dalamnya juga tergabung tokoh-tokoh besar bidang seni Indonesia lainnya seperti Affandi , S. Sudjojono, Otto Jaya dan Basuki Resobawo yang juga merupakan para maestro seni lukis satu prestasi Basuki Abdullah adalah ia memenangkan sayembara melukis yang digelar di Amsterdam Belanda dalam rangka penobatan Ratu Yuliana. Dalam sayembara tersebut, sekitar 87 pelukis handal Eropa juga ikut berpartisipasi, tapi pada akhirnya Basuki lah yang kemenangan Basuki di sayembara tersebut, perlahan ia mulai dikenal dunia sebagai pelukis handal dari Indonesia. Tak jarang ia mendapatkan kesempatan untuk mengelilingi Eropa untuk memperdalam seni lukis dengan berkunjung ke Italia dan Prancis yang merupakan permukiman para pelukis kelas lukisan Basuki cenderung berdasarkan hasil potret realita dengan menambahkan efek-efek supaya terlihat lebih menarik. Melukis para tokoh dunia juga salah satu keahliannya, dimana hasilnya memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dengan lukis Basuki Abdullah sangat baik dalam menggambar wanita-wanita cantik yang tak jarang dilukis dengan menonjolkan keindahan tubuh mereka. Basuki memiliki teknik realis yang sangat kuat. Kemampuannya dalam melukis alam, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan suasana bertema perjuangan juga tidak usah diragukan lagi. Oleh karena itulah ia dijuluki pelukis dengan aliran realis dan hidupnya, Basuki Abdullah berkali-kali mengadakan pameran lukisan tunggal, baik di Indonesia maupun luar negri. Basuki pernah mengadakan pameran di Bangkok, Belanda, Jepang, Malaysia dan banyak negara lainnya. Tak kurang 22 negara di dunia yang mengoleksi lukisan karya Basuki Abdullah. Ia banyak menghabiskan hidupnya dengan tinggal dan menetap di luar negri sepeti di Thailand selama beberapa tahun. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menetap di Indonesia karena dipanggil oleh Istana, ditawarkan untuk menjadi pelukis di Istana Merdeka. Lukisannya bahkan menghiasi dinding Istana Basuki AbdullahBerikut adalah beberapa karya lukis dari Basuki Abdullah, yaituDalam Sinar Bulan. Lukisan ini berukuran 80 cm x 120 cm dengan medium oil on Ir. Soekarno Presiden RI. Lukisan ini berukuran 149 cm x 94 cm dengan medium oil on Kaca dengan Anak-Anak Arjuna. Lukisan ini berukuran 170 cm x 255 cm dengan medium oil on Tarub. Lukisan ini berukuran 170 cm x 255 cm dengan medium oil on Flores. Lukisan ini berukuran 117 cm x 180cm dengan medium oil on Lukisan ini berukuran 170 cm x 255 cm dengan medium oil on antara Gatutkaca dan Antasena. Lukisan ini berukuran 200 cm x 300 cm dengan medium oil on Loro Kidul. Lukisan ini berukuran 159 cm x 120 cm dengan medium oil on with Kebaya. Lukisan ini berukuran 113 cm x 76 cm dengan medium oil on karya Basuki Abdullah pada tahun 1971 juga menjadi salah satu lukisan yang paling terkenal dengan judul “Kakak dan Adik”. Lukisan ini berukuran 65 cmx 79 cm dengan media cat minyak pada kanvas oil on canvas. Pada lukisan ini, terlihat jelas penguasaan teknik realis yang dimiliki Basuki. Gambar kakak yang sedang menggendong adiknya ini serasa mengandung drama kehidupan ditambah dengan pencahayaan dari menggambarkan figur kakak beradik ini seolah dalam perjalanan yang sunyi. Mereka memiliki ekspresi wajah yang jernih tapi dengan tatapan mata yang kosong. Hal yang ingin disampaikan Basuki dalam lukisan ini adalah rasa empati, kasih sayang dan Basuki AbdullahTak hanya karya-karya lukis dari Basuki Abdullah yang menarik perhatian banyak orang. Kisah kematiannya pun tak kalah mengejutkan publik. Basuki meninggal karena dibunuh pada penghujung tahun 1993 tepatnya pada tanggal 5 November 1993. Basuki ditemukan tak bernyawa di kediamannya di daerah Pondok Labu Kota Jakarta pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pria berumur 23 tahun berinisial AMD ini adalah perampokan. Orang dalam yaitu tukang kebun Basuki Abdullah bekerja sama dengan AMD untuk melakukan perampokan di kediaman sang maestro lukis itu. Tak disangka, saat melancarkan aksinya dua pelaku tersebut dipergoki oleh pikir panjang, mereka langsung memukul kepalanya berkali-kali hingga akhirnya meninggal. Setelah itu pelaku tetap melanjutkan aksi mereka dengan mengambil beberapa barang seperti jam tangan, kamera dan uang butuh empat hari bagi kepolisian untuk menangkap dan memproses para perampok tersebut hingga masing-masing mendapatkan hukuman yang berat karena telah membuat Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik dengan cara yang tragis. Sungguh akhir yangmenyedihkan bagi orang yang telah mengharumkan nama Indonesia bahkan ke kancah Internasional. – Maestro lukis Indonesia, Basoeki Abdullah, adalah salah satu seniman yang rajin yang sering mengarsipkan dan mendokumentasikan perjalanan kariernya. Dilansir dari sudah tak terhitung berapa judul berita dari media Indonesia dan luar negeri yang menggambarkan sosoknya. Lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 25 Januari 1915 ini, Basoeki memiliki nama lengkap Fransiskus Xaverius Basuki Abdullah. Ia terkenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Ia juga pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka Jakarta. Bahkan melukis Presiden Soekarno kala itu. Namun pada 5 November 1993, ia meninggal dunia pada usia 78 tahun. Berikut beberapa lukisan Basoeki yang diunggah akun Facebook, Augustian ke grup Indonesia Tempo Doeloe. “Dalam sinar Bulan" - Medium Oil on canvas, Size 80cm x 120cm Basoeki Abdullah dna karyanya. " Presiden RI" - Medium Oil on Canvas, Size 149cm x 94cm Basoeki Abdullah dna karyanya. "Gatut kaca dengan anak-anak Arjuna, Prigiwa dan Prigiwati" - Medium Oil on Canvas, Size 170cm x 255cm Basoeki Abdullah dna karyanya. "Jaka Tarub" - Medium oil on canvas, Size 170cm x 255cm // Basoeki Abdullah dna karyanya. "Pantai Flores" - Medium oil on canvas, Size 117cm X 180cm Basoeki Abdullah dna karyanya. "Pemandangan" - Medium oil on canvas, Size 170cm x 255cm Basoeki Abdullah dna karyanya. "Peperangan antara Gatutkaca dan Antasena" - Medium oil on canvas, Size 200cm x 300cm Basoeki Abdullah dna karyanya. "Nyai Loro Kidul” - Medium Oil on canvas, Size 159cm X 120cm Basoeki Abdullah dna karyanya. "Lady with Kebaya” - Medium Oil on canvas, Size 113cm x 76cm Basoeki Abdullah dna karyanya. "Peperangan antara Gatutkaca dan Antasena" by Basuki Abdullah, Medium oil on canvas, Size 200cm x 300cm Basoeki Abdullah dna karyanya. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Meskipun sudah almarhum, nama pelukis Basoeki Abdullah tetap terkenal dan dikenang. Lukisannya banyak dikoleksi lembaga dan perorangan di sejumlah negara. Diperkirakan ada koleksi lukisan beliau yang berharga jual Rp200 miliar. Wow, luar Basoeki Abdullah memang sulit tertandingi oleh pelukis Indonesia masa kini. Daya kreativitasnya selalu ada untuk melukis apa pun. Lukisan karya Basoeki Abdullah kecil Dokpri Sejak kecil Bakat melukis Basoeki Abdullah 1915-1993 sudah terlihat sejak kecil. Ia mewarisi bakat ayahnya, Abdullah Suriosubroto. Ketika masih berusia empat tahun, Basoeki sudah mulai mencorat-coret kertas. Salah satu hasil karyanya, tokoh Mahatma Gandhi, terpajang di Museum Basoeki Abdullah. Bahkan menjadi maskot museum, karena lukisan tersebut dibuat pada saat usia Basoeki sepuluh tahun. Di Museum Basoeki Abdullah pula lukisan-lukisan Basoeki Abdullah terpajang. Dari koleksi-koleksi itulah kita tahu kehebatan seorang maestro. Ada lukisan yang bertema tokoh, apalagi Basoeki terkenal sebagai pelukis potret. Namun ada juga bertema flora, fauna, dan lain-lain. Yang jelas, namanya ide tidak mengenal tema. Kegiatan konservasi lukisan Basoeki Abdullah pada 2013 Dokpri Mengajar seni lukisPendidikan formal Basoeki Abdullah diperoleh di HIS Katholik dan MULO Katholik di Solo. Pada 1933, ketika berusia 18 tahun, Basoeki memperoleh beasiswa untuk belajar di Academie voor Beeldende Kunsten Akademi Seni Rupa di masa pendudukan Jepang, Basoeki mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi yang kemudian dikenal sebagai pelukis dan kritikus seni rupa. Juga Zaini, pelukis impresionisme. Basoeki juga aktif dalam pusat kebudayaan milik pemerintah Jepang. Pada 1948 Basoeki mengikuti sayembara melukis di Belanda. Di sana ia mampu mengalahkan 87 pelukis Eropa yang berpartisipasi. Sejak itu nama Indonesia mulai harum. Basoeki sendiri sering berkeliling Eropa untuk memperdalam seni lukis. Sampai kini tercatat sekitar 20 negara sudah mengoleksi lukisan Basoeki Abdullah. Salah satu lukisan yang dikonservasi pada 2013 Dokpri Konservasi lukisanKoleksi lukisan, apalagi yang berada di museum, tentu saja harus dirawat. Ini mengingat museum berfungsi sebagai lembaga pelestari. Beberapa lukisan Basoeki Abdullah pun pernah dirawat dan diperbaiki, istilahnya dikonservasi. Dengan kegiatan konservasi, lukisan buram bisa menjadi cantik. Bahkan bisa bertahan lebih lama. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya