Iyalah, inget yah kita bukan musuh bukan saingan, kita satu kelas lagi dan terpenting sahabatan. Jadi harus saling menguatkan terutama kerjasama yang legal." ujarku. "Contohin dong yang ilegal tuh kayak mana." canda Tania. Cerpen Cinta (4,742) Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam) (1,161) Cerpen Cinta Islami (876)
Cerpenmusuh bebuyutan jadi cinta. Anda bisa mendownload atau mencetak gambar atau foto Contoh Cerpen Sahabat Menjadi Musuh di. Cut Dara Sari Kategori. Reuni Yang Tak Diharapkan Jangan Lupa Like Share Coment and Subscribe. Dia itu gadis yang sangat cerdas berprestasi baik lemah lembut sopan santun rajin ramah dan jujur. Sahabat Jadi Musuh
MantanJadi Musuh Cerpen Karangan: Devi Anggita Kategori: Cerpen Remaja. Lolos moderasi pada: 26 April 2016. Namaku Devi, aku kelas 2 SMP dan aku memiliki cowok yang bernama Hendrik. Aku sekarang berada di rumah nenekku. Waktu menunjukkan pukul 12:15, tetapi aku masih belum tidur karena aku masih chat-chattan dengan cowokku.
PuisiPendek Tantang Cinta Sontak Setiap hendak menulis sajak sketsa wajahmu itu selalu saja merebak udara menjadi sesak penaku henti mendadak. Contoh Puisi Pendek Bagi para pemerhati karya sastra tulisan-tulisan seperti pantun dan puisi merupakan sesuatu yang memberi ketenangan dan kenikmatan dalam hidup mereka.
Bagaimanajika kamu jatuh cinta dengan pamanmu sendiri? Seorang laki-laki yang notabene musuh bebuyutan ayahmu. Jarak usia yang terpaut jauh tak menghalangi Verena untuk mengejar pamannya yang seharusnya jadi ayah bukan mengejar sebagai kekasih. "Ingatlah, Verena. Aku sudah tua." "Diam, Pak tua! Jangan denial, jika kau juga menyukaiku.
Bermukapersegi dan bertangan besar, tangan yang melindungi saya, dan bersorot mata keras yang diwarisi dari mata para leluhur yang telah kehilangan tanah. Namun, saat saya memikirkan hal itu, saya yakin dia menyayangi kami sebagaimana gestur cinta orang yang tak lagi bernyawa, tanpa kata berbunga-bunga dan dengan tatapan dari akhirat.
0() "Ah, kamu semakin ngawur bicaranya. Sudahlah, jangan banyak bicara lagi. Cepat pergi dari sini. Dasar burung jadi-jadian. Pasti yang mengirim kamu Marda, kan? Tukang sihir yang rumahnya di ujung jalan itu? Dia itu memang selalu iri kepadaku karena dulu kalah saingan denganku waktu nyalon jadi anggota dewan kota. Sekarang dia mencalonkan diri kembali. []
MusuhJadi Cinta *part 2* , Saat jam istirahat, Ito duduk di bangku taman sambil memainkan handphonenya. Tiba-tiba, Ani melintas tepat di hadapan Ito dan dengan sengaja menjatuhkan handphone milik
BenciJadi Cinta - Lufi DitiaPrabandari : Cerpen sebenarnya ini adalah tugas Bahasa Indonesia dimana kami harus mengarang sebuah cerpen untuk bisa lulus pada bab tersebut :D. nah, aku adalah tukang pengumpul. jadi aku kumpulin deh semua cerpen anak satu kelas, dan aku upload-in deh satu-satu di blog ku.
0() "Kenapa mustahil? Dia Maha Pencipta dan Maha segala-galanya. Dia bisa memberi perintah kepada siapa saja yang Dia kehendaki, termasuk kepada saya. Saat ini, saya adalah utusan-Nya," tegas burung itu. "Kamu bukan utusan. Kamu hanya burung kiriman, burung jadi-jadian," tegasku. "Saya bukan burung kiriman, apalagi jadi-jadian. Saya burung yang telah diberi kekuatan membunuh dan []
7NgDTTD. Jodoh ada dimana saja dan siapa saja. Sebagai makhluk Tuhan, kamu nggak akan tahu siapa jodohmu, kapan kamu ketemu, dan dimana pula kamu bertemu dengannya. Bisa saja kamu butuh pergi berribu-ribu kilometer ke belahan dunia yang lain untuk menjemput belahan jiwamu atau bahkan dia ada di dekatmu tapi kamu nggak menyadarinya. Dia ada di dekatmu, tapi kamu nggak menyangka kalau dia adalah orang yang kamu cari karena dia bukannya membuat kamu tertarik justru bikin kamu benci padanya. Tingkahnya ngeselin, dari kejauhan kedatangannya bikin kamu nggak mau lama-lama berada di tempat yang sama dengannya. Setiap kali bertemu adanya kamu dan dia adu mulut akan hal-hal yang kecil. Dia bikin kamu berfikir kenapa ada makhluk se-menyebalkan sepertinya. Ssstt, tapi jangan terlalu benci lho sama dia. Bisa-bisa benci itu berubah jadi cinta! Nggak percaya? Ini tandanya ketika benci berubah menjadi cinta. Kamu sadar ternyata dia makhluk yang nggak buruk-buruk amat Gambar via Bagaimana ketika kamu menggambarkan sosok orang yang kamu benci? Pasti jawabannya seputar dia adalah makhluk yang menyebalkan setengah mati, tingkahnya selalu bikin kamu kesal sendiri, apapun yang dia lakukan selalu salah di matamu, intinya kayaknya semua yang didefinisikan “buruk” ada pada dirinya. Kamu bahkan sampai memohon kepada Tuhan supaya suatu hari ini nanti kamu nggak berakhir dengan pria seperti dia. Namun, nggak ada makhluk Tuhan yang diciptakan buruk. Semua orang diciptakan baik, namun bagaimana dia bersikap tentunya tergantung dengan tempat dia tumbuh. Bisa saja di suatu insiden dimana nggak ada orang yang bisa membantumu, justru dia yang datang mengulurkan tangannya untuk mengeluarkan kamu dari kesusahan. Atau kamu nggak sengaja melihat dia melakukan suatu kebaikan yang membuat kamu memandangnya dengan pandangan berbeda. Ingat, Tuhan menciptakan makhluk-Nya se-sempurna mungkin dan dia bisa saja punya kebaikan yang nggak pernah kamu lihat sebelumnya. Mencoba membenci, tapi kadar bencimu ke dia ternyata sudah berkurang Gambar via Kamu pasti nggak percaya orang yang kamu benci bisa melakukan kebaikan yang nggak pernah kamu kira. Di dalam hati kamu seperti ingin terus membenci dia tetapi kebaikan yang dia lakukan justru telah membuat kamu memandangnya dengan tatapan berbeda. Kamu yang tadinya benci sampai nggak mau melihat wajahnya sekarang sepertinya biasa saja kalau harus berada di satu tempat bersama. Hal ini dikarenakan kamu telah melihat bahwa dia bukan orang yang buruk-buruk amat. Jadinya kadar benci yang kamu punya ke dia kini berkurang bahkan bikin kamu nggak keberatan dengan kehadirannya. Menemukan kecocokan dengannya Gambar via Yang namanya kecocokan penting untuk memulai suatu hubungan. Namun dengan siapa kamu menemukan kecocokan itu lah yang merupakan sebuah teka-teki. Siapa yang sangka, ternyata kamu dan musuh bebuyutamu punya kecocokan yang bahkan nggak kamu temui di teman-teman dekatmu. Contohnya kamu adalah seorang penggemar film horor, tapi teman-temanmu paling anti nonton film horor. Nah ternyata dia suka dengan film horor, bahkan genre film horor yang kamu sukai sama persis dengannya. Awalnya kamu pasti terheran-heran, gimana bisa orang yang kamu benci setengah mati ini punya kecocokan yang nggak kamu temukan di teman-temanmu. Sadar karena susah menemukan orang yang punya kecocokan denganmu, pasti kamu juga enggan begitu saja mengusirnya dari hidupmu. Mulai aktif berkomunikasi Gambar via Dari cuma ngobrol-ngobrol biasa, rasanya nggak cukup hanya sebatas ngobrol tatap muka. Obrolan pun berlanjut via chat. Jika kecocokan kamu nggak sebatas di selera film, mungkin saja chat kamu bisa berlanjut membahas hal-hal lain. Bahkan ada lho, saking cocoknya satu sama lain mereka bisa membahas hal-hal yang dianggap nggak penting namun tertanyata punya ketertarikan sendiri. Dia yang yang tadinya kamu benci, kini berubah jadi sosok yang bisa kamu ajak bicara tentang berbagai hal karena kamu menemukan kecocokan. Awalnya cuma chat biasa, siapa yang sangka kamu justru lebih sering chat dengannya dari pada teman-temannya. Tumbuh rasa penasaran Gambar via Pria yang kamu benci ternyata orangnya nggak buruk-buruk amat, punya kecocokan yang nggak kamu temukan di orang-orang di sekitarmu. Dia diibaratkan bawang yang punya banyak lapisan, dimana setiap lapisannya yang dibuka membuat kamu terkejut. Siapa sangka dibalik sifatnya yang menyebalkan itu, ternyata dia adalah pria yang sensitif. Merupakan tipe yang nggak bisa tinggal diam saat ada orang yang kesusahan di depan matanya. Ternyata di balik sifatnya yang dulu bikin kamu nggak mau dekat-dekat dengannya, dia adalah orang yang rajin beribadah bahkan nggak pernah meninggalkan sholat. Tanpa kamu sadari tumbuhlah rasa penasaran dalam diri kamu terhadap pria satu ini. Seperti apa sih sosok pria yang tadinya kamu hindarin banget tapi kini justru bikin kamu penasaran? Hati-hati lho dari sini saja sudah terlihat pola jatuh cinta yang biasanya berawal dari rasa penasaran. Nggak ada dia, kamu merasa kehilangan Gambar via Dulu dia adalah orang yang paling kamu hindari. Dulu dia adalah orang yang kamu harap nggak ada di sekitarmu. Kehadiran dia sama sekali nggak kamu harapkan. Bahkan sebelum kamu meledak karena kesal dengan kehadirannya, kamu lebih memilih untuk pergi saat dia datang. Namun kini keadaan berbalik 180 derajat. Kamu justru menanti-nanti keberadaannya. Ketika teman-temannya datang, sosoknya lah yang kamu cari. Kamu yang tadinya lega saat nggak menemukan dia yang berjalan dengan teman-temannya justru merasa kecewa ketika dia nggak ada dia. Kepikiran terus Gambar via Dari sebatas merasa kehilangan, kini kamu jadinya kepikiran terus sama dia. Chat yang tadinya hanya iseng-iseng saja jadi sesuatu yang kamu tunggu. Handphone selalu stand by di tangan, menunggu chat darinya masuk ke handphonemu. Semua kata-kata yang diucapkannya jadi terngiang di telingamu. Padahal dulu kamu paling males dengar dia bicara. Bahkan kamu jadi suka menerka-nerka dibalik kata-kata yang meluncur dari mulutnya. Kata-kata sepele jadi punya arti sendiri untukmu. Nggak cuma kata-katanya saja, kamu jadi kepikiran ulah yang dilakukannya. Ulah yang tadinya bikin kamu mengernyitkan dahi karena bingung kenapa sih pria satu ini bisa begitu menyebalkan justru sekarang malah kamu ingat-ingat setiap detailnya. Kamu mencoba untuk berhenti memikirkan setiap kata, setiap ulah dan setiap tawa darinya, tapi kamu nggak bisa mengusirnya dari pikiranmu. Kebawa perasaan alias baper Gambar via Inilah beberapa tanda kalau kamu mulai baper sama musuh bebuyutanmu. Kamu mulai memikirkan kata-kata yang tadinya sepele, mengira siapa tahu dia punya maksud lain dibalik kata-katanya. Ulahnya yang merangkulmu sembarangan kini justru bikin jantung kamu jumpalitan. Apa dia merangkulmu karena dia sudah nyaman denganmu, atau ternyata dia sedang curi-curi kesempatan untuk berdekatan denganmu? Kenapa dia mendadak perhatian denganmu, tiba-tiba jadi suka menanyakan, “lo udah makan?” “jangan pulang kemaleman, cewek nggak baik keluar malam” “lagi dimana? Sama siapa?” Apakah dia menanyakan sebatas khawatir karena kamu temannya, atau memang dia memang menaruh perhatian lebih dari sekedar teman? Namanya juga wanita pasti hal-hal yang membuatmu merasa istimewa selalu berhasil bikin mereka baper. Membuat kamu yang tadinya cuma melihatnya sebatas musuh bebuyutan kini berubah menjadi pria yang kamu harapkan memandangmu lebih dari sekedar teman. Cemburu Gambar via Cemburu selalu dikaitkan sebagai tanda cinta. Ungkapan itu benar. Lagi pula, wanita mana sih yang mau melihat pria yang mereka cintai dekat dengan wanita lain? Bahkan sebelum resmi menjadi pasangan, wanita bisa saja cemburu. Cemburu merupakan tanda bahwa kamu udah mulai menaruh hati sama musuh bebuyutan kamu. Kamu yang tadinya geleng-geleng kepala sama wanita yang dekat sama musuh bebuyutan berfikir, “kok mau sih itu cewek sama cowok kayak dia?” Kini berubah jadi “itu siapa sih? genit banget main dekat-dekat sama dia?”. Intinya ketika kamu melihat dia sama wanita lain kamu jadi kesal sendiri. Kamu nggak segan-segan untuk marah dengannya karena dia nggak peka kalau kamu nggak suka dia dekat dengan wanita lain. Orang lain melihat gelagat anehmu Gambar via Ketika wanita jatuh cinta, banyak lho dari mereka yang nggak sadar kalau hati mereka sedang berbunga-bunga. Lucunya justru orang lain yang sadar kalau mereka sedang jatuh cinta. Namanya juga jatuh cinta bisa mengubah wanita 180 derajat berbeda, kamu pun begitu. Kamu yang tadinya malas-malasan dengan kehadiran musuh bebuyutan kini justru kelihatan menanti kedatangannya. Gelagatmu di depannya pun juga berubah. Tanpa sadar kamu jadi sering memperhatikan tingkah musuh bebuyutan dan tertawa pada hal-hal kecil yang dilakukannya. Penampilanmu juga berubah, kamu jadi suka merias diri bahkan berdandan sesuai dengan kesukaannya. Maka nanti jangan heran ya, kalau salah satu teman terdekatmu bakal menegurmu dan bertanya, “lo lagi naksir sama dia ya?” hayooo, kalau sudah ketahuan, apa yang akan kamu lakukan? Denial Gambar via Semua tanda-tanda umum ketika wanita jatuh cinta ternyata telah kamu temukan dalam dirimu. Kamu jadi kepikiran dia terus, baper berkepanjangan, cemburuan hingga ditegur teman dekat kalau kamu jatuh cinta dengan musuh bebuyutan. Timbulah sindrom denial, kamu terus menyangkal bahwa kamu jatuh cinta dengan orang yang paling kamu benci. Setiap kepikiran dia, kamu selalu mencoba untuk mengusir jauh-jauh sosoknya dalam pikiranmu. Ketika baper mulai merayapi kamu seolah-olah menampar diri sendiri untuk sadar supaya kamu nggak terus-terusan berharap lebih dengannya. Di sini yang namanya cinta kerap bertarung dengan logika. Hati kamu bilang kamu sudah jatuh cinta dengan pria yang kamu benci selama ini, namun logika terus menahan dirimu dengan suara-suara mengingatkan, “nggak mungkin lo jatuh cinta sama dia, ingat dia musuh bebuyutan lo. Jatuh cinta sama dia kayak menjilat ludah sendiri!”. Dari pada kamu pusing, hal yang lebih baik kamu lakukan adalah let it flow. Kenapa? Karena semakin kamu melawan perasaanmu, rasa yang kamu miliki untuknya akan semakin dalam dan menyiksa karena kamu enggan mengakuinya. Jatuh cinta itu memang indah, tapi nggak selamanya kamu dibuat terbuai olehnya. Kamu bisa dibuatnya galau, sedih, sensitif, bahkan kecewa apalagi jika kamu jatuh cinta dengan orang yang nggak kamu kira sebelumnya. Bagaimana cara mengatasi sindrom jatuh cinta yang nggak mengenakan ini? Ikuti saja arusnya. Tapi selalu ingat untuk nggak menaruh harapan terlalu tinggi karena hati orang nggak ada yang tahu. Nggak ada salahnya kan mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk yakni cinta bertepuk sebelah tangan?AH
Cerpen Karangan JannisaKategori Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih Lolos moderasi pada 11 August 2014 Hari itu aku bersiap-siap untuk masuk sekolah baru. Aku cepet cepet mandi dan langsung ke bawah. “hai sayang tumben cepet cepet” tanya mama. “nggak ma, cuma mau melihat sekolah baru.. Hehehe” balasku. “oh” ucap mama pendek. Aku pun langsung ambil makanan sesuai seleraku. Disitu ada ayam kecap, ikan lele, telor dadar dan roti bakar. Aku pun langsung makan dengan lahap. Selesai makan aku langsung ke depan untuk naik mobilku yaitu inova tersayang. “good morning pa” ujarku sambil menaikki mobil. “good morning nak” jawab papaku. Papaku langsung ngebut pergi ke sekolah baruku. Sesampai di depan gerbang sekolah baruku. “semoga enak yah sekolah disini” ujar papa. “oke, dadah pa…” balasku sambil turun dari mobil. Sesampai di halaman sekolah aku berlari sambil berkata dalam hati “kelas 5 a” batinku. Tiba tiba aku tertabrak oleh seseorang. “maaf” kataku. Orang itu hanya berdiam diri. “nama kamu siapa?” tanyaku sopan. “fadhiyani azhar” jawabnya cepat. “kamu kelas berapa” tanyaku lagi. “5 a” jawabnya. “oh, bisakah kamu antarkan aku ke kelas itu aku anak baru, perkenalkan namaku nisa, panggil saja putry” ujarku sopan. “bisa kok ayo ikut aku” jawabnya, sekarang dia tidak gugup lagi. “terima kasih” balasku sambil tersenyum. Hari hariku di sekolah itu sangat berwarna bermain dengannya, tetapi suatu hari “hai, fadhiya duduk sama aku yuk” tanyaku. Dia diam tanpa menoleh dan matanya diputar ke atas terlihat lagi marah. “kamu kenapa sih marah yah sama aku kalau aku salah maaf deh” ujarku sambil menarik tangannya. “apaan sih udahlah sana” jawabnya kasar tanpa menoleh dan mengelak. Aku pun bertanya kepada lily teman baikku. “lily fadhiya kenapa sih?” tanyaku pada lily. “dia itu dibohongin sama icha. Icha itu engejek kamu dan bilang sama fadhiya kalau kamu gak suka sama fadhiya” jawab lily sambil berbisik. “oh, jadi gara gara icha yah” ujarku. Aku pun bergegas ke tempat fadhiya dan berkata “fadhiya icha itu dalangnya dia udah bohongin kamu” ujarku sambil menunjuk ke arah icha. Fadhiya langsung menjawab “peduli amat yang salah itu kamu tahu” balasnya sambil berdiri dan mengajak icha keluar. Selesai itu aku langsung berlari ke arah bangkuku dan menangis. Teeet… Bel pulang sekolah berbunyi aku langsung bergegas ke kamar mandi dan mencuci muka. Selesai itu aku keluar dan tiba tiba icha menyergahku. “eh, kamu itu sok banget sih, mentang mentang anak baru terus anak orang kaya bisa seenak kamu bersahabat sama siapa saja, asal kamu tahu fadhiya itu sahabat aku dari dulu. Waktu itu aku dan dia marahan dan akhirnya aku tidak bersahabat dengan dia. Setelah kelas 4 sd aku sadar aku salah dan kelas lima aku minta bersahabat dengannya lagi, tapi dia malah bilang sudah punya sahabat yaitu kamu.. Aku benci dan langsung menghina kamu” jelasnya. “oh, jadi begitu gak papa deh kamu bersahabat sama dia bilang sama dia aku ikhlas kehilangan dia kok” jawabku sambil menitik-kan air mata. Semenjak itu icha dan fadhiya bersahabat lagi. Ternyata aku sadar ternyata aku telah membuat salah dan menyalahkan orang. Cerpen Karangan Jannisa Cerpen Sahabat Jadi Musuh merupakan cerita pendek karangan Jannisa, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Bagaikan Pelangi Oleh Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah Tulisan Lovely Camp’ seakan menyambut kedatanganku pagi ini. Aku mengikuti ini karena bosan di rumah. Aku akan camping di sini selama 1 minggu. Kau tahu? Ayah dan Ibuku bekerja Dibalik Sapu Tangan Biru Oleh Astuti Wally Bulan Juli tahun 2011 Asty berangkat ke Yogyakarta guna untuk melanjutkan kuliah S1. Tiba disana dia disambut hangat oleh sahabatnya Yuni yang juga kuliah s1. Walau berasal dari kota Kenangan Yang Mengganggu Oleh Dinda Regitta Cahyani Utami Embun pagi semerbak, bunga-bunga bermekaran. Suasana begitu indah menawan, tapi ada saja yang merasa sakit. Hidup memang tak semulus yang selalu diinginkan seseorang. Ada saja yang membuat rasa sakit. Dejavu Oleh M Sony Dwi Putra Sungguh. Mungkin aku adalah satu-satunya anak di negara bagian ini yang membenci hujan. Aroma rumput yang diterpa hujan seolah menjadi latar belakang kenanganku yang kini tervisualisasi dalam butir hujan. The Old Man Oleh Sylvester Leon Davin Kulihat dia sedang duduk di bangku taman itu lagi hari ini. 3… 4? Ya, sudah 4 hari berturut-turut aku melihatnya. Pria tua yang sudah berambut putih itu. Sedang apa “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Karangan Ayu Nur SyahikaKategori Cerpen Cinta Lolos moderasi pada 20 December 2015 Aku tahu dia masih di sini. Aku juga tahu dia masih berharap bisa bersamaku. Ada dua hal yang tidak ku ketahui. Itu bukan hal menarik yang bisa diketahui banyak orang. Aku tak menyangka bahwa aku bisa memenangkan kontes menyanyi itu. Bahkan aku juga tak menyangka bahwa diriku pun telah beranjak dewasa. Siapa sangka bahwa umurku sekarang sudah 19 tahun, namun seperti biasa jika aku bertemu dengan orang yang baru mengenalku maka mereka selalu mengira bahwa aku masih berumur 16 tahun. Tubuhku yang kecil, jari-jariku yang mungil dan wajahku yang bisa dibilang imut ini mampu menipu setiap mata yang memandangku. Di sini aku tak sendiri, meski jauh dari orangtuaku tapi aku bisa mandiri untuk menjalani sekolahku dan tentu ada penyemangat di sampingku. Mereka adalah Eti, Sinah, Mijan, dan Wati. Tentu itu hanya nama samaran. Mereka selalu ada untukku, aku yakin akan hal itu. Tapi hari ini semuanya kelam. Tak ada satu pun dari mereka yang menemaniku di sini. Rasanya sepi, sunyi, dan seakan akan aku tak punya siapa-siapa. “Siapa saja tolong.. tolong.. tolong..” “Siapa ini?” “Tidak tahu, bawa saja nak.” “Ayo.. ayo bantu saja.” Siapa itu? Ramai-ramai meributkan hal yang tak jelas. Sudahlah. Tak perlu aku memikirkannya. Lebih baik aku terus berjalan. Aku pernah bermimpi punya kehidupan normal. Bukan kehidupan yang seperti ini. Bruuukkk!! “Lihat-lihat dong kalau jalan!” “Maaf-maaf saya tidak sengaja” Selalu seperti itu, kapan hal ini berakhir? Tampaknya tak akan pernah usai karena inilah aku, aku yang memang buta. Mungkin sejak lahir aku seperti ini itu, kata seseorang di rumah sakit saat aku memeriksakan mataku. Dia baik dan selalu memperhatikanku akhir-akhir ini. “An, apa kamu tahu nama orangtuaku?” “Berapa kali aku harus menjawab pertanyaan itu?” “Eemm, sampai aku mati mungkin.” “Sya, berhentilah untuk putus asa. Aku dan kamu tahu bahwa kamu di sini dititipkan bersamaku. Orangtua kamu jauh dari kamu agar kamu bisa mandiri kan.” Andra benar. Setelah pulang dari taman, keesokan harinya aku berusaha pergi sendiri tanpa sepengetahuan Andra. Aku ingin membelikannya kue ulang tahun, karena hari ini dia berulang tahun. “Sya berhenti!” ada yang berteriak kepadaku. Suara Andra, mungkin aku sudah tahu bahwa hal ini bisa terjadi padaku. Aku mendengar suara klakson mobil mendekatiku, tapi kakiku seakan menuntunku ke arah maut. Aku tidak bisa, sungguh sulit bagiku untuk menghindar. Dalam bayangku, aku telah bersyukur seandainya hidupku berakhir di jalan ini. Karena aku telah merasakan cinta meski aku tak sempurna. Seingatku waktu itu aku juga pernah mengalami kejadian seperti ini. Kejadian yang membuat mataku buta dan membuat teman-temanku menjauhiku. Aku ingat betul kejadian itu. Malam itu aku sedang menunggu bus melintas di halte, tapi kertas hasil ulangan matematikaku tertiup angin sampai ke tengah jalan. Aku reflek untuk mengambil kertas itu dan akhirnya bruuuukkk. Sebuah mobil putih menabrakku dan pengemudinya melarikan diri. Beruntung waktu itu ada seorang Ibu-ibu yang menolongku dan ada seorang pemuda bernama Andra. Jangan sangka dia seorang pahlawan. Karena di dunia ini semua hal bisa saja hanya tipuan. Andralah pelaku tabrakkan itu, lalu dia kembali lagi untuk menolongku. Kenapa aku bisa tahu semua ini? Padahal aku diagnosa mengalami hilang ingatan sementara. Aku sudah tahu semuanya, namun Andra belum. Aku sudah ingat semuanya, namun Andra belum. Meski aku sudah tahu namun aku tak pernah membenci Andra. Aku sudah memaafkan Andra. Menurutku dia sudah bertanggung jawab karena telah merawatku sampai saat ini. Aku tahu cinta yang dia ucapkan hanya karena aku buta. Aku tahu dia merawatku karena dia yang menabrakku hingga aku buta. “An, meski aku berhenti, meski aku akan pergi dan aku ingin kamu tahu, bahwa aku mencintaimu dan cukup untuk bisa menebus semua ini. Aku memang buta, namun cinta mampu melihat ketulusan hati. Salam dariku, Syahika.” Cerpen Karangan Ayu Nur Syahika Blog Cerpen Cinta Itu Buta merupakan cerita pendek karangan Ayu Nur Syahika, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Aku, Pengagum Rahasiamu Oleh Nurfadilah Cinta terkadang membuat kita bodoh, karna akan menolak banyak hati demi menunggu dia yang tak pasti. Bagaimana jika aku mencintai dia yang sudah kuanggap seperti Kakakku? Karna dialah yang Cinta Membuat Kita Bertahan Sesakit Apapun Itu Oleh Adelina Lestari Gustina Pernahkah kalian merasakan yang namanya perjuangan? pengorbanan cinta? Pengorbanan cinta menunjukkan seberapa besar cinta kita terhadap orang itu. Namun sering kali kita tak bisa membedakan antara cinta atau sebatas Baper Tingkat Dewa Oleh Sri Rahayu Ningsih Berawal dari gue nemenin sahabat gue, Ema, ke tempat pacarnya, Setiawan untuk yang pertama kalinya. Gue dateng ke sana tujuannya cuma nemenin Ema. Ehh, gak taunya di sana ada Bahasa Kami Berdua Oleh Nadia Metias. Nama yang menurutku agak aneh. Biasanya, namanya ditulis sebagai “Matias”, atau disebut sebagai “Matius”. Yang jelas, Metias bukan nama yang sering kudengar. Metias melangkahkan kakinya memasuki kelas kami. Batasan Maya Seorang Prajurit Oleh Renita Melviany Kami duduk di atas besi tua yang berbentuk kursi. Meminum perlahan minuman berwarna merah yang berasal dari buah stroberi. Memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Mereka terlihat sibuk dengan langkah “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"